top of page
Search

Ega Gilang kembali muncul dengan kejutan baru. proyek solo dengan konsep BAND

  • Writer: burn the leaf
    burn the leaf
  • Nov 7, 2023
  • 3 min read


Si Anjing Gila dari Selatan

Di era modern seperti ini segalanya dituntut untuk serba cepat. Semua dituntut untuk membuat sesuatu menjadi lebih ringkas dan mudah. Namun berbeda dengan Ega Gilang, pemuda yang sudah malang melintang di skena musik underground Malang ini memilih untuk berjalan perlahan, menikmati setiap proses yang ia kerjakan.


Terbaru, ia baru saja merilis sebuah album penuh dengan proyek terbarunya, Si Anjing Gila dari Selatan. Album yang berisi total 10 lagu yang dirilis fisik dalam bentuk kaset pita. Sebuah hal yang tak lazim dilakukan di era spotify dan platform streaming lainnya.




Seolah tak peduli dengan engagement serta keriuhan media sosial lainnya, ia mengerjakan step by step album Si Anjing Gila dari Selatan dengan tenang dan perlahan. Dengan cara yang ia inginkan. Termasuk merilisnya dalam bentuk kaset pita yang mustahil untuk diskip atau dilompati antar track-nya. Yang bahkan untuk sekedar mendengarkannya saja sudah sedikit merepotkan karena tidak semua punya tape player atau pemutarnya.


Lebih dari itu ia benar-benar berterima kasih kepada mereka yang membeli kaset dan berusaha mencari cara untuk mendengarkan karya-karyanya.

Single perdana dari album ini berjudul Ujung Negri Pulau Sunyi dan sudah dapat kalian dengarkan melalui link berikut: Ujung Negri Pulau Sunyi (Video Clip).





Setelah malang melintang di berbagai band lintas genre, Ega Gilang kembali muncul dengan kejutan baru. Ia kini hadir dengan proyek solo terbarunya yang bertajuk Si Anjing Gila dari Selatan: sebuah proyek solo namun dengan konsep full band.

Seolah tak pernah kehilangan passion bermusik, Si Anjing Gila dari Selatan muncul dengan gairah masa muda yang membara, tentu saja sepaket dengan segala kegilaan yang melingkupinya.

“Si anjing liar dari Jogjakarta, apa kabarmu? Ku rindu gonggonganmu, yang keras hantam cadas.”

Sepenggal lirik yang terus terngiang di kepala Ega Gilang, yang akhirnya ia gunakan sebagai simbol kebebasan dalam berkarya. Lebih jauh ia memodifikasi lirik dari lagu milik Iwan Fals tersebut agar menjadi lebih personal. Ia mengganti kata liar menjadi gila serta menambahkan Selatan sebagai pengukuhan dari mana dia berasal yakni Malang Selatan. Selain itu, menurutnya adalah sebuah kebanggaan berasal dari Malang Selatan yang sering juga disebut sebagai Malang coret yang acap kali diidentikkan dengan kampung/desa.


Si Anjing Gila dari Selatan, tercetus sekitar tahun 2019 saat ia merasa butuh ruang dan waktu untuk sendirian. Agar dapat merenungi semuanya: untuk berbicara tentang Tuhan, tentang gairahnya, serta apa saja yang seharusnya dia pendam. Maka Si Anjing Gila dari Selatan muncul sebagi wadah untuk menumpahkan segala keresahan yang ia miliki.


“Album ini tidak terlalu cocok untuk kalian nikmati bersama di tongkrongan. Butuh ketenangan serta perenungan untuk memahaminya. Serta mungkin butuh beberapa gelas minuman favoritmu agar dapat benar-benar memahami pesan dari album ini.” - Si Anjing Gila dari Selatan.


Berbekal keresahan-keresahan tersebut, pemuda nyeleneh asal Dampit ini memilih ballad rock yang dibungkus dengan sentuhan blues sebagai kendaraan yang ia gunakan untuk menumpahkan semua lirik-lirik yang telah ia ciptakan sebelumnya.


Bisa dibilang ini adalah album paling personal bagi Ega Gilang, karena kesepuluh lagu di album ini merupakan hasil perenungan ketika ia benar-benar sendiri. Memikirkan makna kehidupan yang dia jalani, mengenai dunia yang sedang ia hadapi. Beberapa diantaranya mungkin sudah pernah kamu dengarkan di kanal youtube miliknya, seperti Ujung Negri Pulau Sunyi, Sudah Gila serta Si Anjing Gila dari Selatan.


Seluruh materi di album ini dikerjakan di AWZ Record Malang dan akan segera di rilis dalam waktu dekat.


Ada banyak musisi lain yang turut serta membantu terwujudnya album ini, seperti; Ilmuwan Pengangguran, Raksa Vahitra serta Dani Shoepolish pada guitar section, Kusuma Dewi dan Nay Vahitra pada vokal, Jali Social of Society yang mengisi kontrabas, serta Denggan dan Ubet pada bagian Drum.


Bekerja sama dengan KANÉ, album pertama Si Anjing Gila dari Selatan dirilis dalam format kaset pita dengan jumlah terbatas, sebanyak 50pcs saja. Dengan total sepuluh lagu dengan durasi sekitar 57 menit. Dimana lagu terakhir di album ini merupakan bonus track yang hanya bisa didengarkan di kaset saja. Sebuah lagu Berjudul Mr. Troble yang tidak akan kamu temukan di tempat lain.


Album ini sudah bisa kamu pesan lewat instagram Si Anjing Gila dari Selatan (@sianjinggiladariselatan) dan juga Kané People (@kanepeople_) seharga Rp.50.000,-.

Sekedar info, 20pcs kasetnya sudah terjual sebagai bundling merchandise yang dibuka beberapa waktu yang lalu. Jadi hanya tersisa sedikit yang bisa kamu beli untuk mendukung Si Anjing Gila dari Selatan untuk bisa terus berkarya.








Si Anjing Gila dari Selatan

Instagram: @sianjinggiladariselatan

Contact: 0858-5075-9075 (Kané)

 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


Subscribe Form

Thanks for submitting!

  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter

Burntheleaf Records adalah sebuah platform yang berkomitmen untuk mendukung dan mempromosikan seniman lokal. Dengan visi menyediakan ruang bagi seniman lokal untuk membagikan karya terbaru mereka, platform ini mendorong ekspresi kreatif yang bebas dan memungkinkan seniman untuk meraih pengakuan yang lebih luas dari khalayak.

Misi Burntheleaf Records adalah melakukan pengarsipan karya musisi lokal. Melalui upaya ini, mereka memastikan bahwa warisan seni para musisi terpelihara dengan baik dan dapat diakses oleh publik untuk dinikmati dan dihargai selama bertahun-tahun yang akan datang. Dengan demikian, Burntheleaf Records tidak hanya menjadi tempat bagi seniman untuk mengembangkan karir mereka, tetapi juga menjadi wadah yang penting untuk melestarikan dan menyebarkan karya seni lokal yang bernilai.

©2020 by Burntheleaf Records

bottom of page