top of page
Search

Kenalan sama HE3X lewat maxi single Waktunya

  • Writer: burn the leaf
    burn the leaf
  • Jul 1, 2024
  • 3 min read


Perkenalkan: HE3X. Ini percobaan proper merilis karya sebagai band baru di usia

ujung 20-an dan awal 30-an.





HE3X adalah band asal Jakarta. Statusnya baru, tapi mayoritas personilnya terlibat

pula di beberapa proyek musik lain. Band ini beranggotakan Kay yang juga masih

aktif sebagai gitaris Noirless dan Allo Cables, Fatzky dari Fuzzy,I, Lexa additional

vocalist & song writernya Metalican, Pee Wee Gaskins & Regular Show, pernah

memiliki project elektronik dengan nama Antadoux, Rievan juga sebenarnya sering

muncul di skena musik Bandung dengan Kissdontkill sampai tahun 2012, dan Bimo,

yang di masa lalunya juga memiliki pengalaman bergabung di sejumlah proyek

musik.


Di luar bermusik sebenarnya mereka Kay, Fatzky, Lexa, Rievan dan Bimo sedang

sibuk-sibuknya menempuh kehidupan menuju paruh baya di ibukota.

Pada tanggal 13 Juni 2024,, karya perdana mereka, sebuah maxi single berjudul

Waktunya dirilis di berbagai digital streaming platform. Maxi single ini berisi tiga buah

lagu: Sobbie, Waktunya dan Weezdom.


Di awal kemunculannya ini, HE3X menceritakan situasi kompleks tapi

menyenangkan bernama adulthood. Kebetulan, fase hidup lima orang personilnya

kontekstual. Masing-masing mereka dekat dengan dengan betapa seriusnya hidup

bergulir. Mulai perkara lay off, beban-beban lingkungan sekitar yang harus dipikul atau

bahkan keputusan-keputusan penting yang harus diambil. Tiga lagu di maxi single

Waktunya mencerminkan kisah-kisah itu.


Keputusan penting yang harus diambil pun salah satunya berkaitan dengan musik.

Ketimbang merilis lagu secara ketengan seperti lazimnya band pendatang baru,

akhirnya secara kolektif, mereka memulai perkenalan dengan format maxi single.

“Rencananya berubah-ubah. Awalnya kita mau rilis langsung EP yang isinya 5-6

lagu. Tapi di dalam prosesnya, akhirnya diputuskan untuk fokus di tiga lagu ini.

Karena dirasa bisa jadi interpretasi musiknya HE3X. Sempat juga kepikiran untuk

merilisnya secara ketengan. Tapi juga, kita kebelet untuk manggung dan kasih lihat

musik kita ke orang banyak. Akhirnya ya dirilis bersamaan, maksudnya bisa jadi

tanggung jawab nanti ke depannya untuk segera merilis EP/LP di akhir tahun ini

atau awal tahun depan deh,” ucap Rievan.


Merilis lagu sekaligus juga merupakan siasat untuk bisa main live dengan enak, di

mana publik sudah lebih mengenal lagu-lagu yang dimainkan oleh HE3X.

Menulis karya yang dekat dengan keseharian, merekamnya, merilis dan kemudian

memainkannya di atas panggung adalah bentangan rute yang coba dijalani oleh

band ini. Proses kolektifnya juga menarik untuk diceritakan.


“Cara kami nulis lagu itu kayak bikin kolase. Biasanya sudah ada melodi atau lyrics

bank masing-masing. Pas ketemu dirembukin bareng. Plus, kita juga punya list tema

lagu yang pengen dikembangin,” kata Lexa.


“Seperti band-band di era modern dengan kecanggihan teknologi, kami saling

lempar-lemparan ide via Google Drive, terus dijahit di DAW dan bawa demonya pas

ketemu,” tambah Kay.


Ketiga lagu di maxi single Waktunya, diproduseri oleh Wishnu Ikhsantama, salah

satu produser musik yang berbagai karyanya diakui luas punya reputasi bagus.

“Kita perlu POV orang lain. Tama sepertinya paham apa yang kami mau saat

pertama ketemu dan memperdengarkan demo lagu-lagu HE3X. Kita juga belajar

proses dari nol sampai rampung sama dia,” kata Kay tentang keterlibatan Tama di

maxi single ini. Percobaan pertama HE3X sudah dirilis. Ini awalan, jadi apapun hasilnya, akan

membuka pintu berikutnya untuk karya-karya lainnya.


“Ternyata ketika elo main band dengan lebih serius, approachnya beda ya? Karakter

kita beda semua, ego juga sama-sama gede dengan preferensi masing-masing yang

juga beragam. Nyamain ekspektasi itu kadang suka ribet. Prinsipnya jadi ‘GO BIG

ATAU GO HOME’. Sekarang seluruh prosesnya lebih proper. Ini pelajaran penting

banget buat kita. Sangat menyenangkan,” tutup Rievan.


Selamat mendengarkan maxi single Waktunya. Selamat ketemu dan kenalan lebih

jauh dengan HE3X. Jangan lupa, dengarkan karyanya sesering mungkin. Please

spread the words!





KETERANGAN TAMBAHAN


HE3X:

Alexandra: Vocal, Synthesizer

Harrya Rivani: Vocal, Guitar

Aryandra Kareem: Guitar

Fathara Rizqi: Bass

Bimo Hadi: Drum


Maxi-Single Waktunya:

1. Sobbie

2. Waktunya

3. Weezdom


All Songs Arranged & Performed by HE3X

All Lyrics Written by HE3X, except Weezdom Lyrics Written by Syahnaz Khairunisa & HE3X

Produced by Wisnu Ikhsantama Wicaksana & Aryandra Kareem

Mixed by Wisnu Ikhsantama Wicaksana at RekamSemesta

Mastered by Bill Henderson at Azimuth Studio

All drums were recorded at Soundverve Studio engineered by Wisnu Ikhsantama Wicaksana

All Vocal recorded at Highground Studio engineered by Wisnu Ikhsantama Wicaksana

Synthesizer, Guitars & Bass recorded at Humhing Hiha Hahu & Highground Studio engineered by Wisnu Ikhsantama Wicaksana

Backing Vocal on Weezdom by Aryandra Kareem & Bimo Hadi

Art Direction & Artwork by Ahmad Ridjali (@djali_)

Photography by Agustinus (@agusssya)

Released by Self-Released Records - SXR/001-01/2024 (@selfxreleased)


Waktunya Maxi Single:

Instagram: @he3xhehe

X: @he3xhehe

Youtube: @hexhehe


Contact:

he3x.he3x.he3x@gmail.com / 081258882503 (Bule)

 
 
 

Recent Posts

See All

Comments


Subscribe Form

Thanks for submitting!

  • Instagram
  • Facebook
  • Twitter

Burntheleaf Records adalah sebuah platform yang berkomitmen untuk mendukung dan mempromosikan seniman lokal. Dengan visi menyediakan ruang bagi seniman lokal untuk membagikan karya terbaru mereka, platform ini mendorong ekspresi kreatif yang bebas dan memungkinkan seniman untuk meraih pengakuan yang lebih luas dari khalayak.

Misi Burntheleaf Records adalah melakukan pengarsipan karya musisi lokal. Melalui upaya ini, mereka memastikan bahwa warisan seni para musisi terpelihara dengan baik dan dapat diakses oleh publik untuk dinikmati dan dihargai selama bertahun-tahun yang akan datang. Dengan demikian, Burntheleaf Records tidak hanya menjadi tempat bagi seniman untuk mengembangkan karir mereka, tetapi juga menjadi wadah yang penting untuk melestarikan dan menyebarkan karya seni lokal yang bernilai.

©2020 by Burntheleaf Records

bottom of page